











PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI (S1)
“Menjadi prodi yang unggul dan berdaya saing dalam pengembangan sediaan farmasi bahan alam dan pelayanan kefarmasian untuk kegawatdaruratan di Kawasan Timur Indonesia.”
KEUNGGULAN PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI (S1) :
Terdiri dua pilar utama:
KEUNGGULAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER (PSPPA) :
Sebagai pusat pengembangan praktik farmasi kegawatdaruratan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung pada peningkatan keselamatan pasien.
PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA FARMASI (D3)
"Menjadi pusat pendidikan vokasi farmasi yang unggul dan kompeten dalam pengembangan obat bahan alam dan pelayanan kefarmasian yang berfokus pada penanganan kegawatdaruratan di kawasan Indonesia Timur"
Misi program studi D3 Farmasi adalah:
Menyelenggarakan proses pembelajaran berbasis kurikulum vokasi yang unggul pada penguasaan teknologi Bahan Alam dan farmasi Kegawatdaruratan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil (hands-on), dan memiliki ketangguhan mental di garis depan pelayanan kesehatan.
Melaksanakan penelitian yang berfokus pada eksplorasi, pelestarian pengetahuan etnofarmasi, dan standardisasi Bahan Alam lokal di Kawasan Timur Indonesia untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat yang diakui secara ilmiah.
Membentuk lulusan yang mampu menjalankan asuhan kefarmasian sesuai regulasi dengan mengutamakan keselamatan pasien, kecepatan pengambilan keputusan, serta pemahaman mendalam terhadap aspek sosial budaya masyarakat di Kawasan Timur Indonesia.
Membangun jejaring kerjasama yang luas dengan pemerintah daerah, industri obat tradisional (IOT), dan instansi kesehatan di wilayah regional guna memperluas aksesibilitas pelayanan kesehatan dan penyerapan lulusan di seluruh penjuru Kawasan Timur Indonesia.
KEUNGGULAN PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA FARMASI (D3) :
Dua keunggulan yang menjadi identitas Program Studi, yaitu pengembangan obat bahan alam lokal dan pelayanan kefarmasian kegawatdaruratan, bukan pilihan sembarangan. Keduanya merupakan respons langsung terhadap kekayaan biodiversitas Kawasan Timur Indonesia yang belum dioptimalkan secara ilmiah, dan kerentanan geografis kawasan terhadap bencana yang menuntut kesiapan tenaga farmasi di garis depan.
CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK DALAM PENGAWASAN RANTAI DISTRIBUSI PRODUKSI FARMASI
Pemateri :
1. Muhammad Taupik, M.Sc
2. Ariani Hutuba M.Farm
Registrasi Sekarang.
Tempat. Gd. Jurusan Farmasi UNG (Protokol Kesehatan)
CS : Hub. Nabila (Ketua HIMAFA UNG)
Diharapkan kepada mahasiswa untuk dapat datang tepat waktu. menggunakan seragam magang/PKL dan menggunakan masker.
Kegiatan menerapkan protokol kesehatan.
Jadwal magang/PKL setiap kelompok dapat menghubungi ibu apt. Endah N. Djuwarno M.Sc
Kepada mahasiswa yang ikut kegiatan PKL Fitokimia Bulan Januari, Agar segera menghubungi Panitia pelaksana dan Dosen penanggung jawab PKL Fitokimia